Untuk pertama kalinya National Geographic Indonesia
memutuskan untuk tidak memasang foto/ilustrasi pada edisi November 2015 nya.
Padahal kita ketahui, NGI merupakan majalah yang selalu mengedepankan foto-foto
hasil mahakarya fotografer yang sangat indah dan tidak biasa, namun untuk edisi
kali ini mereka memutuskan untuk tidak memasang foto apapun, mereka menganggap
"tidak ada gambar yang cukup indah untuk menggambarkan perubahan
iklim."
Bukan rahasia umum, isu perubahan iklim sudah menjadi
perbicangan selama hampir beberapa tahun belakangan ini, domino efek yang
dihasilkan sangat beragam, mulai dari tenggelamnya pulau, kepunahan flora
fauna, perubahan iklim yang sangat ekstrem yang dapat kita rasakan hingga saat
ini. Masalah asap yang menimpa saudara2 kita yang berada di Sumatera dan
Kalimantan masih belum menemukan titik terang solusinya. Saya sungguh apresiasi
terhadap media-media yang saat ini mulai "bersuara" seperti sebelumnya
koran Republika yang mem-blurkan cover depan nya sebagai keprihatinannya atas
bencana asap yang hingga mengakibatkan kematian pada balita dan lansia. Akankah
kita masih duduk saja dan menunggu hasil dari kemarahan alam akibat ulah
manusia menghampiri kita? Hingga saat itu kita telah sadar bahwa semua sudah
terlambat.
Salam,
