Jumat, 30 Oktober 2015

Media "akhirnya" Bersuara





Untuk pertama kalinya National Geographic Indonesia memutuskan untuk tidak memasang foto/ilustrasi pada edisi November 2015 nya. Padahal kita ketahui, NGI merupakan majalah yang selalu mengedepankan foto-foto hasil mahakarya fotografer yang sangat indah dan tidak biasa, namun untuk edisi kali ini mereka memutuskan untuk tidak memasang foto apapun, mereka menganggap "tidak ada gambar yang cukup indah untuk menggambarkan perubahan iklim."
Bukan rahasia umum, isu perubahan iklim sudah menjadi perbicangan selama hampir beberapa tahun belakangan ini, domino efek yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari tenggelamnya pulau, kepunahan flora fauna, perubahan iklim yang sangat ekstrem yang dapat kita rasakan hingga saat ini. Masalah asap yang menimpa saudara2 kita yang berada di Sumatera dan Kalimantan masih belum menemukan titik terang solusinya. Saya sungguh apresiasi terhadap media-media yang saat ini mulai "bersuara" seperti sebelumnya koran Republika yang mem-blurkan cover depan nya sebagai keprihatinannya atas bencana asap yang hingga mengakibatkan kematian pada balita dan lansia. Akankah kita masih duduk saja dan menunggu hasil dari kemarahan alam akibat ulah manusia menghampiri kita? Hingga saat itu kita telah sadar bahwa semua sudah terlambat.

Salam,

Endhe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar